Jumat, 13 November 2009

barisan lalap


tak bosan: sup seafood

Kayak nyidam saja, hari Minggu lali kita sekeluarga bela-belain mengejar Sup Seafood favorit kita semua...Pada saat berangkat sudah membayangkan hotnya...







batik, proyek kakak

Bikin batik itu susah...




Senin, 09 November 2009

tak ingin...

tak inginku salah...
dalam mendidikmu, gadis kecilku...
tak inginku lengah...
dalam menemanimu, gadis kecilku...
betapa kuingin rengkuh..
kau selalu dalam dekapan hangatku..
agar kau selalu tahu...
degup gugup jantung ini,
adalah
kekhawatiran akan salah langkah,
kebimbangan akan kemampuan..
dan ketakutan akan luput...
tak inginku keliru, gadis kecilku...
dalam mengawalmu...
memasuki lingkup,
yang makin penuh onak,
yang makin banyak jebak,
yang ada goda...
doa bunda lemah ini,
.....

Renungan hari

hari....
cepat sekali kau berlari..
meninggalkan semua
yang coba mengejarmu lari...
hari...
tak banyak kau sisakan sempat,
tuk diri ini merenung,
bebenah,
bertobat...
hari...
tiap kali kau datang dan pergi...
tanya ragu selalu di hati...
cepat sekali?
sementara diri ini.....

Jumat, 06 November 2009

with Koreans...

It'as always exciting to learn ather culture(s)....
Meet new fieinds from other countries...
Share any unique things....
So impressive....




Minggu, 25 Oktober 2009

genduk menari..

Semalam, berpartisipasi di sesi hiburan acara Kuningan, Kakak Ulin dan teman-teman memanggunggungkan tari Puspawresti...


memanjang...

Terung di susuh, perlahan tapi pasti terus memanjang dan berisi :)




Senin, 19 Oktober 2009

Sesiang di Padang....

Menyampaikan amanat seluruh unsur kantor yang mengumpulkan sumbangan untuk para korban bencana alam gempa bumi di Padang dan sekitarnya, maka saya yang menjadi bagian dari rombongan kecil utusan kantor khusus berangkat ke Padang untuk menyampaikan amanat itu....
Sempat merekam luluh lantaknya kota Padang...dan berdoa semoga semua tabah dan segera pulih....




Kamis, 15 Oktober 2009

kembang blimbing...

kembangnya sih banyak..tapi tunggu punya tunggu, beberapa dompol ini yang jadi real blimbing lha kok hanya satu buah...oh!




pramuka cilik

Sekedar merekam kegiatan para pramuka cilik...ekskul yang dipilih Ulin dan Ulan. Setiap Sabtu mereka berlatih aneka ketrampilan pramuka di sekolah.....


Rabu, 30 September 2009

Thanks to Papi: sopir ajip!!

(mudik 09, part 31, the end)

Akhirnya khatam juga reportasi mudik 1430 H...(sampai mumet upload gambar-gambarnya hehe...).
Perjalanan mudik yang panjang, unik, menyenangkan memuaskan sekaligus melelahkan! Terutama bagi sang sopir...siapa lagi: Papi! Jalanan antar propinsi, antar kota, dalam kota, luar kota...silaturahim ke keluarga A, B, C dan seterusnya...hampir semuanya..Papilah yang berada di balik kemudi, bertanggungjawab atas keselamatan dan kenyamanan kami semua...
Kita yang hanya duduk dan bisa theklak-thekluk saja juga merasakan capek, apalagi yang nyopir, yang harus full konsentrasi...Alhamdulillah semua berjalan lancar, sehat dan selamat...
Thanks to papi, yang telah berjuang menaklukan kilometer jalanan, sehingga agenda mudik semua kesampaian...
Again, thanks....


(PS: begitu selesai mudik, langsung dihadang kegiatan kantor yang full, padat tanpa kompromi...hari ketiga pasca balik, sang sopir agak meriang....harus ada waktu untuk istirahat nih...)

Last Stop...

(mudik 09, part 30)

Resto Pringsewu, selepas Cirebon adalah persinggahan terakhir sebelum terus melaju menuju Jakarta...Siang yang terik, istirahat sebentar untuk makan, sholat dan menikmati semilir angin laut utara.....tapi perjalanan masih beberapa jam lagi...lanjut.....





Tepar di Batang...

(mudik 09, part 29)

Perjalanan arus balik dimulai Sabtu sore. Kesehatan dan keselamatan pada perjalanan balik adalah nomor satu, oleh karenanya kami tidak ngoyo untuk sampai Jakarta secepatnya, alias sesampainya saja, kalau capai ya istirahat, kalau perlu nginep di jalan ya why not...
Sampai kota Batang sudah hampir jam sembilan malam....sepertinya paling tepat adalah check in dulu di suatu penginapan untuk meluruskan boyok dan perjalanan dilanjutkan pagi harinya....eman-eman sopire kalau dipaksain jalan terus...
Akhirnya, kami belok di hotel Dewi Ratih untuk tepar semalam...

Sebelum tidur, anak-anak pesen mie rebus dulu untuk penghangat perut...

Paginya, sebelum malanjutkan perjalanan, sarapan di hotel dulu: nasi gudeg dan nasi goreng...



Going Back West....

(mudik 09, part 28)

Real gabung arus balik dimulai....bismillah...




Sate Tambaksegaran...

(mudik 09, part 27)

Hanya beberapa jam saja di Solo, kita gunakan untuk beli oleh-oleh ala kadarnya untuk teman-teman di Jakarta. Pingin beli produk Orion, lha kok ngantrinya mengular dan produk andalan dia sudah habis...wah laris tenan...Ya sudah, mampir nyate saja...(wah, kompensasi yang aneh). Sekali ini mampir ke Sate Tambaksegaran yang sangat tersohor itu....Namanya sih kharismatik, tapi warungnya tetap sederhana, bahkan spanduknya sudah kumel dan pating sranthil...



Sate buntel, buntel lemak kambing...wooo...seraamm...

Ini wedang es beras kencur dan wedang es sari asem...seger...


breakfast at the airport...

(mudik 09, part 26).

Sabtu pagi kami di airport meninggalkan Jakarta menuju Solo...sore harinya kami rencana meninggalkan Solo menuju Jakarta melalui jalan darat...(wah..wah..mudik yang aneh!).

Sidahlah, yang penting nyarap dulu di airport: teh manis, nasi goreng, soto....





Senin, 28 September 2009

Dinner 3

(mudik 09, part 25)

Diner terakhir sebelum kembali ke Solo, kita nikmati di Ikan bakar Banyuwangi...Perut agak lapar, jadi pesen yang bener-bener kelihatannya enak: nasi putih, baronang bakar, udang bakar, tumis kangkung, camilan tahu, es santet (es yang aneh..)









Dinner 2

(mudik 09, part 24)

Dinner hari kedua berdua saja dengan suami, kedai mama, nasi uduk dan nasi goreng...




Dinner 1

(mudik 09, part 23)

Pepatah jawa: "ojo rumungso biso, biso-o rumangso" artinya janganlah kamu merasa bisa tapi bisalah merasa...
Nah pepatah itu menjadi pegangan saya. Terus terang saya tidak piawai memasak (iya..iya..maksudnya tidak bisa memasak) jadi...saya juga tidak merasa diri bisa masak. Akibatnya kalau tidak ada si mbak yang bertugas masak, saya dan suami hanya berdua saja, (tiga hari di Jakarta sebelum jemput anak-anak...) ya sebaiknya jajan saja..ya to? daripada gitu loh..

Nah ini dinner berduaan kita yang pertama. Ke warung bebek geprek Ibu Kanti. Kita pilih menu bebek goreng sambel ijo...pedesnya..sampai bikin cakit piyut hehe...




Nanas Yangti

(mudik 09, part 22)

Sudah beberapa bulan sebelum lebaran Yangti berada di Jakarta, bersama anak cucu, jadi tanaman di Solo hanya diopeni oleh Pak No. Untungnya ditinggal Yangti bukannya mati, tapi khususnya nanas ini malah berbuah....waw..



Kembang api...

(mudik 09, part 21)

Saya tidak setuju kalau anak-anak main mercon alias petasan...kalau kembang api...ya..bolehlah...sedikit saja dan dengan pengawasan....

Kembang api kupu-kupu...sebetulnya kayak mercon, tapi tidak berbunyi dhor!!

Kembang api tetes, serem juga dijepret begini ya...kebul dalam kegelapan! hiii....


Kembang api dibalik mlanding...

sohib gemblung berkunjung...

(mudik 09, part 20)

Diantara kesibukannya bersilaturahim di keluarganya, sahabat gemblung saya, Ayik, menyempatkan untuk main ke Manahan, ditemani anak mbarep Mbak karin. Trims lho Yik telah main dan ketemu kita semua. See you November ya!...



Yang Rutin...

(mudik 09, part 19)

Yang rutin, tidak boleh ketinggalan kalau ke Solo adalah jalan-jalan ke Manahan yang sangat dekat dengan rumah eyang (jalan kaki juga bisa). Pertama, anak-anak naik kuda keliling lapangan, minimal dua kali putaran dengan kuda yang berbeda. Kedua, mengudap aneka jajanan khas: cabuk rambak, asle, pecel ndeso, nasi liwet dengan lauk uritan (telor yang masih berada di perut induk ayam) , brutu, kepala, swiwi dan paha (lho kok semua anggota badan ayam sih?)...Pokoke enak dan murah meriah...

Kemarin Papi sempat nyoba thengkleng juga..plus semangkuk otak kambing...is..is..is..sedapnya...

Kerabat ibu...

(mudik 09, part 18)

Ada kakak ibu, baik bude maupun pakde yang lenggah di Wirosari, termauk juga beberapa kakak sepupu. Iedul Fitri adalah momen yang tidak pernah kami lepas untuk saling bersilaturahim, menanyakan kabar, dan saling memaafkan. Tahun ini, bude dan pakde sudah tampak semakin sepuh. Setiap kali kami giliran sungkem, pakde memberi nasehat dan petuah dengan mata berkaca-kaca...sehingga kami semua ketularan mewek hiks...mengharukan...



Bledug Kuwu

(mudik 09, part 17)


Selepas acara keluarga di Ngawi, karena terbatasnya waktu mudik ini, maka saya dan adik-adik memutuskan untuk melanjutkan silaturahim di hari yang sama ke kerabat yang lain, di kota lain, sekalian capek! Kunjungan berikut ke Pakde dan Bude dari kerabat ibu yang berdomisili di Purwodadi. Sewaktu berangkat ke arah Jawa Timur kami sempat melihat penunjuk arah jalan menuju ke Purwodadi melalui Kuwu. Kami tertarik untuk mengambil jalan itu. Jalanannya berkelok tetapi cukup sepi. Sesaat sebelum masuk daerah Wirosari, kita melewati Kuwu yang ada bledhug-nya itu. Karena Om Yoko belum pernah melihat bledhug, maka kami putuskan mampir sebentar menyaksikan fenomena alam ini, meskipun sebetulnya udaranya saat itu saangaat puanass!




Bersama kerabat Yangkung...

(mudik 09, part 16)

Hari kedua Ied, langsung digunakan untuk pertemuan keluarga dari almarhum Bapak. Tahun ini yang menjadi tuan rumah adalah keluarga Bulik Sini yang berdomisili di Ngawi. Dengan adanya pertemuan keluarga ini, kita jadi bisa saling bertemu dalam waktu bersamaan. Efektif dan efisien. Pada acara ini juga dibagikan buku yang berisi anggota keluarga Hasbi Sontowijoyo...




Suguhan khas desa: tape katan hitam, juga ada gadung goreng, kue semprong dan lain-lain..

Jumat, 25 September 2009

Makan lagii...: Dapoer Solo.

(mudik 09, part 15)

Siang ada undangan makan, malamnya gantian ditodong ponakan-ponakan untuk...makan lagi! Pilihan kali ini ke Dapoer Solo, di Purwosari, deket rel kereta api...


Karena deket rel kereta api, jadilah kalau ada kereta api lewat anak-anak pada manjat pagar resto untuk menyaksikan yang sedang lewat...

Thengkelng (masih agak keras dagingnya...)

Garang asem , terlihat seger...


Agenda tersedih...

(mudik 09, part 14)

Agenda tersedih adalah ziarah Yangkung! Tak terasa ini adalah tahun keenam kami tidak bisa lagi langsung sungkem kepada Yangkung. Yang ada, kami hanya bisa ziarah ke makam beliau dan mendoakan agar Yangkung di alam sana mendapatkan kemudahan, kelapangan, terhindarkan dari siksa..dan Insya Allah masuk syurga. Amiin...


Ke Klaten...

(mudik 09, part 13)

Karena waktu mudik yang sangat sempit, maka manajemen waktu untuk sowan-sowan bener-bener harus rapi. Hari pertama Ied, setelah paginya sholat dan silaturahim dengan kerabat dekat, maka mulailah menunaikan silaturahim ke handai taulan yang berada di luar kota. Pilihan pertama jatuh pada sowan Bude di Klaten.

Yangti dan Bude Dar, dua kakak beradik, sudah sama-sama sepuh, saling peluk cium mema'afkan...hiks..hiks..rasanya sedih setiap kali menyadari betapa orangtua-orangtua terkasih kita kemudian menjadi sepuh...semoga selalu diparingi sehat, amiin..


Sungkem juga kepada Yang Poek yang kebetulan sudah rawuh di Klaten dari domisilinya di Palembang...


Lotus Che-Ez

(mudik 09, part 12)

Resto Che-Es tempat Om Yesta ultah ini asri deh lingkungannya. Ada bunga teratainya yang sedang mekruk! Wah..jangan dilewat untuk dijeptet nih! Inilah hasilnya..cantik bukan? Secantik yang motret! (halah, dagelan garing...)




Ultah Om Yesta

(mudik 09, part 11)


Wah..wah...mudik lebaran kali ini kami semua mblenger sumlenger...sepertinya banyak sekali undangan yang mengandung makan dan makan....
Baru kemarin malam makan-makan ultah Ulan, paginya sarapan lontong opor dan sambel goreng di dua tempat (masakan Mbahti dan Yangti), ee..siangnya ada undangan makan lagi, om Yesta ultah...aduh..mangkat!!





Tahu di resto baru "Che-Ez ", dekat lapangan Manahan ini enak banget, kemripik gerih...

Tamu harap tunggu!

(mudik 09, part 10)

Selesai sholat Ied dan sarapan, kok di TV ada tayangan live tinju Chris John melawan petinju Amerika Rocky Juarez, jadilah seluruh anggota keluarga terpaku di depan TV menyaksikan perjuangan petinju Indonesia tersebut. Padahal, sebagai sesepuh dan yang dituakan di kampung, Mbahkung kedatangan banyak tamu dari berbagai penjuru....cucu-cucu yang usil pada berceloteh: " tamu harap tunggu ya, sedang asyik nih..." atau "sungkemnya ke tetangga sebelah dulu aja ya.." hehe...
Chris John akhirnya menang angka, mutlak! Sip!

Pose mudik Unge..

(mudik 09, part 9)

Keponakan satu ini potojenik abis, kalau mau dipoto langsung deh bergaya...

Unge di lapangan Kottabarat, ikutan sholat Ied..

Ketawa-ketawa di kursi Yangti...

Manis, masih di lapangan....
Di pertemuan keluarga Yangkung, di Jawa Timur...

Di teras rumah Yang Dar, Klaten...

Pose bersama Mbahkung dan Mbahti...

(mudik 09, part 8)

Acara pose juga berlanjut setelah sungkem Mbahkung dan Mbahti...Wah kaluk di sini antrinya lama karena memang kami keluarga besar...yang makin muda makin harus sabar menunggu panggilan karena paling belakangan hehe..
Suasana pengambilan gambar meriah, penuh gelak tawa dan celetukan-celetukan segar dan lucu...

Mbahkung dan Mbahti bersama sebagian besar cucu dan seorang cicit...

Keluarga Pakde End, Semarang...komplit!

Perwakilan keluarga Kendari...meski tak lengkap, yang istimewa ada cicitnya lho....

Keluarga Pakde Ho. Pertanyaannya: kenapa Pakde Ho tidak menampakkan giginya? hehe...

Wa lha ini lakone...yang punya album gitu looh..

Mbahkung Mbahti bersama keluarga Tante Nis, Batam...formasi lengkap!..

Bersama Om Ci, datang jauh dari Balikpapan, khusus mudik!!

Pose bersama Yangti...

(mudik 09, part 7)

Tak lengkap rasanya bila selesai sungkeman tidak ada acara pose-pose...Pasti ada yang nyeletuk mengingatkan: "ayo..poto-poto!!"...
Biasanya formasi posenya: ada foto bareng yangti semuanya, terus ada yang foto dengan Yangti per keluarga...
Ini sedikit dari banyak jepretan yang ada....sekedar menangkap momen kebersamaan...

Yangti ditengah keluarga ernut...

Bersama keluarga bulik cemplis...(anggotanya minimalis banget ya?)

Yanti bersama keluarga Om yud....

Yangti and tiga dara si tomblok plus satu cucu tomblok juga...

Yangti di teras, bersama cucu...

Kamis, 24 September 2009

Ulan Ultah...

(mudik 09, part 6)

Sebetulnya Ulan ultah tanggal 16, tetapi dia memilih untuk memperingati ultahnya di Solo saja, mundur beberapa hari, sekalian maem bareng-bareng dengan seluruh saudara-saudara yang sudah ngumpul di Solo.
Ulan memilih Pringsewu, karena dia suka tempatnya, ada adegan sulapnya, khusus yang ulang tahun dapat kiriman lagu dan diberi kesempatan tiup lilin hehe...




Yang jelas acara ultah Ulan meriah...seluruh kerabat bisa datang...rame deh! Selamat ulangtahun ya nak...sehat dan pinter selalu....

SOLO: ied dan sungkem

(mudik 09, part 5)

Kami melaksanakan sholat Ied di lapangan Mangkubumen....Cukup perjalanan beberapa menit dari rumah Ibu....


Koran bekas beterbangan pasca sholat Ied...lumayan, rizki buat para pemulung...


Setelah sholat Ied, acara dilanjut sungkem-sungkeman....
Sungkem ke Yangti...

Dilanjut sungkem ke Mbahkung dan Mbahti....

Sampai Semarang....

(Mudik 09, part 4)

Sampai di Semarang Jum'at sore, menjelang berbuka. Setelah check in di Ciputra, langsung mencari thotholan di Mal yang menyatu dengan hotel. Pilihan kita: ayam goreng, mie godog, sayur asem, nasi goreng...nyam..nyam...


Tengok-tengok suasana Simpang Lima dari kamar lantai 6...

Malam harinya hujan deras mengguyur Semarang...sampai-sampai pot tanaman hotel, payung kolam renang, meja kursi pada bergelimpangan...sunggung hujan berangin....

Ada Stevie Wonder wedok sedang talipunan...

Sabtu subuh siap check out! Perjalanan ke Solo tinggal selangkah lagi...lanjut...

Brebes...

(mudik 09, part 3)

Saat melewati Brebes, sebetulnya pingin sekali mborong brambang gondrong khas Brebes. Tapi, berhubung mobil sudah overload..yah ntar aja pas arus balik. Untuk ke Solo, beli ndog kamal saja alias telur asin....


Going east....

(mudik 09, part 2)

Baru masuk Sumedang, lha kok sudah nemu petunjuk arah ke Jawa Timur...weleh-weleh adohe...petunjuk yang terlalu dini! Tapi mungkin petunjuk begini yang bikin semangat para pemudik....


Macet-macet dikit di perjalanan mudik udah jamak...biasanya di depan ada pasar tumpah nih..


Cerobong asap pabrik genteng di sekitar Jatiwangi....

Mudik, first step!

(mudik 09, part 1)

Perjalanan mudik kami awali Kamis malam selepas berbuka dan sholat maghrib. Tujuan pertama, ke Bandung dulu...
Kami tidak membawa sopir. Secara suami bukan seorang sopir sejati, maka kami menghindari perjalanan malam. Perhitungan kami, nyopir malam hari padahal siangnya masih full beraktivitas di kantor cukup beresiko. Jadi, perjalanan asli mudiknya Jum'at pagi, dimulai dari Bandung.
Perjalanan ke Bandung alhamdulillah lancar, dari tol Prumpung sampai tol Buah Batu hanya 1,5 jam..
Sesampai di Bandung, langsung check in di Grand Serela dan beristirahat mengumpulkan tenaga untuk perjalanan jauh esok hari.

Oleh gurunya, waktu libur mudik ini Ulan dibekali banyak sekali PR...jadi saat istirahat di hotel, dia gunakan waktu untuk mencicil mengerjakan PR itu...kasimaan deh Ulan..

Kelar sahur dan sholat subuh, kita persiapan cabut menuju Solo. Berpose sebentar di pintu lobi Grand Serela..
Rute yang kita ambil: melalui Jatinangor, menuju ke Cirebon...bergabung dengan arus Pantura...

Selasa, 15 September 2009

Petik!

Akhirnya, tercapai juga -setelah menunggu sekian lama- panen pare bersama yangti. Ini panen kloter kedua, jadi parenya sudah agak bantat dan ada yang terlanjur matang. Ndak papa, yang matang ntar buat benih untuk musim berikutnya.

Yangti sedang metik pare..
Meski pendek, tapi parenya gemuk lho...
Panen ditemani cucu, Ulan.
Sang cucu mbrakoti pare mentah...
Dilanjut panen cabe meteor. Dinamakan meteor karena ternyata pedesnya pol!!

Inilah panenan susuh pagi ini....

mbarep

Numpang jepret!

Mengunjungi pameran tanaman bukannya beli malah numpang motret doang...Ya ndak papa, wong yang punya boleh kok...






Cukup Sederhana...

Belakangan ini udara terasa sangat panas. Kita yang kebetulan sedang dalam perjalanan ke Bandung dalam keadaan puasa jadi pingin membayangkan yang enak-enak untuk berbuka. Pingin muluk (makan pakai tangan), ada lauk otaknya, sambel ijo....
Kemana ya? Wah...ke Sederhana saja! Ya to?






Bulik panen..

Ke Bandung kali ini sebetulnya memenuhi undangan Bulik Cemplis yang mengajak kita untuk panen lombok dan daun bawang. Ciwidey yang biasanya sejuk, siang itu agak panas, kebetulan juga semua berpuasa...jadilah kita panen sambil menahan lapar dan dahaga. Halah.

Papi dan Ulan semangat sekali mencabuti daun bawang, mumpung boleh membawa pulang sekuatnya hehehe...
Petaninya bergaya kayak Manohara...



Hasil jarahan dimasukkan ke wadah seadanya, so fresh from the tegalan!

Grand Seriti

Kalau wiken yang lalu di Bandung kita nginep di Grand Serela, wiken yang kemarin kita nginep di Grand Seriti, sekali ini cari yang jalan di depannya tidak terlalu ramai tapi hejo :)



Selasa, 08 September 2009

Lampion...

Kreatif tenan pembuat lampion yang dijajakan di pinggir jalan di Bandung ini, warna-warninya begitu nyegrak...


Kangen Bandung

Kangen Bandung, wiken kemarin kita sekeluarga nginep semalem di Grand Serela Boutique, penginapan petit di antara FO-FO. Acara sekedar jalan-jalan, buka bersama dengan teman-teman Bandung, sahur di hotel, mengunjungi Chinese Mosque...trus pulang deh...





Bala-bala alias bakwan Grand Serela, salah satu camilan berbuka..