Senin, 31 Mei 2010

finally: lunch time !!

(Susuh Aceh, part 13) *hari pertama

Wadooh...saat masuk Resto Pante Pirak ini waktu sudah menunjukkan pukul 14.30an...ketemu nasi terakhir tadi pagi jam 7-an...wah..terbayang khan betapa kukuruyuknya perut ini..

Rupanya Pante Pirak adalah penguasa sektor riil di Aceh...untuk macam-macam resto dan groccery store dialah rajanya...
Begitu sampai pintu depan resto, sudah tersedia aneka ikan fresh from the sea, pilih sendiri ikannya, tinggal order mau dimasak apa....

Kakap merah yang begitu menyala? Kerapu yang kelihatan buntunya itu?


Atau...rajanya lobster yang warnanya indah ini?


Sirip ikan hiu juga ada, sup bibir ikan hiu? halaah...

Pante Pirak Resto terletak di pinggir laut, sengaja kita memilih tempat duduk di ujung dekat laut....sambil menunggu santap siang disiapkan, kita menyantap dulu pemandangan indah disekitar resto....







Tumis toge, segar krenyes-krenyes...


Cumi goreng tepung, gurih dan kemripik....


Brokoli saus tirem...


Lalapan....plus sambal....

Nasii...

Kepiting lada hitam....

Kerapu steam plus aneka jamur....yaamii...


Alhamdulillah...setelah selesai makan siang, badan segar kembali dan siap melanjutkan petualangan... :)

..makam massal lagi.. :)

(Susuh Aceh, part 12) *hari pertama

Karena saking banyaknya korban tsunami...maka banyak pula memerlukan kuburan massal, meski yang paling besar adalah SIRON...

Ini adalah pekuburan massal yang berada di seputar kota Banda...





Semoga amal perbuatan syuhada tsunami diterima Allah SWT...begitu doa yang terukir pada dindingnya...



Bukti Dahsyat!

(Susuh Aceh, part 11) *hari pertama

Inilah jawabnya kenapa kapal yang temangsang di atap rumah penduduk yang pagi harinya itu kita lihat kita anggap berukuran kecil, karena memang ada kapal lain yang ukurannya bomber! Ini dia mbahe kapal! Kapal LTD APUNG, kapal yang menjadi stasiun PLN di tengah lautan. Kapal berbobot ribuan ton ini bisa melenggang ke tengah kota, 6-7 km dari tempatnya semula dan parkir di perkampungan penduduk. Tsunami yang dahsyat!!

Tak terbayang berapa bangunan yang dia terabas sepanjang perjalanan, tak terbayang berapa rumah yang gepeng di bawahnya...dan..berapa jiwa manusia...?


...ada yang mau mindah kapal ini ndak? :)









Tsunami Museum

(Susuh Aceh, part 10) *hari pertama

Di salah satu sudut kota Banda, berdiri kokoh bangunan unik...Tsunami Museum, untuk memperingati tragedi pedih tahun 2004 silam...

Gambar museum hanya diambil dari dalam mobil, kami tidak turun dan berkunjung karena museum ini belum ada isinya apa-apa...
Jadi..apakah museumnya adalah bangunan itu sendiri? atau ini proyek yang setengah jadi? Tak tahulah... :)







Susuh Bonjol..

(Susuh Aceh, part 9) *hari pertama

Begitu masuk kota Banda, kita sempatkan mampir sebentar ke Susuh Bonjol. Rumdin ini kita beri nama Susuh Bonjol karena letaknya memang di Jalan Imam Bonjol, Banda Aceh. Rumahnya masih brand new alias belum pernah dihuni, setelah direnovasi total pasca tsunami... (..pas tsunami datang, konon air sampai setinggi atap...hiii...)



Karena rumah masih baru, jadi sofanya masih dibungkus plastik dueeh...

Kakak Ulin berpose di sekitar ruang makan dan dapur..

Ulan menjadi nenek sihir dengan sapu bonjol :) ada-ada saja...

Kakak di teras, diantara pot tanaman hasil belanjaan Papi begitu pertama tiba di Aceh...
Kunjungan pertama ini hanya sak nyuk-an saja dilakukan di tengah hari, karena jadual begitu padat dan belum makan siang...lapeeer...nanti sore balik lagi kata Papi...




Minggu, 30 Mei 2010

Temangsang...

(Susuh Aceh, part 8) *hari pertama

Setelah mengunjungi makam Syiah Kuala, kita mampir sebentar ke suatu kampung saksi terjadinya tsunami. Di suatu perkampungan padat, ada pemandangan menarik...yaitu ada rumah beratapkan kapal :)

Rupanya kapal itu terbawa arus tsunami sekian kimometer dari lautan, dan setelah air surut...kapal kecil itu tak tahu jalan pulang... (kapal kecil?)






Kegiatan terakhir sebelum meninggalkan "situs kapal temangsang" ini, Ulan mengisi kotak amal... :)






Makam Syiah Kuala

(Susuh Aceh, part 7) *hari pertama

Ampiran pertama kami di NAD adalah mengunjungi makam Syiah Kuala.
Dalam papan informasi yang ada pada makam tersebut dijelaskan bahwa Syiah Kuala adalah Syeich Abdurrauf Bin Ali Alfansuri, yang menjabat sebagai Kadhi Mahlikul Adil Kerajaan Aceh Darussalam mulai masa Pemerintahan para Ratu...



Syiah Kuala lahir pada tahun 1001 H (1591 M) dan wafat pada 23 Syawal 1106 H (1696 M), beliau dimakamkan di Gampong Manasah Dayah Kuala yang sekarang bernama Gampong Dayah Raya Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh...


Di lingkungan makam tersebut ada sumber air yang oleh para pengunjung digunakan untuk membasuh muka menyegarkan tubuh sambil memanjatkan doa kehadirat Allah SWT. Sumur itu ditungguin seorang ibu yang bertugas menyiapkan ciduk atau gayung air untuk membasuh muka dan anggota badan lain...



Ulin dibasuh mukanya oleh si ibu...Banda yang panas pada siang itu jadi terasa seger setelah raup!

Waktu giliran Ulan diraupi...si ibu berdoa "semoga jadi anak pinter kamu ya nak...trus nanti sekolah di Mesir..."...Papinya tertawa saja mendengar doa itu..Mesir? jauh banget yak? amiin...



Makam Syiah Kuala berada di dekat pantai..hanya beberapa langkah dari makam kita sudah bisa melihat lautan lepas...
Indah....




..typical view...

(Susuh Aceh, part 6) *hari pertama

Inilah pemandangan khas Banda dari bandara ke arah kota..





Calon hutan bakau disiapkan untuk menghalangi ombak besar mampir ke jalanan...


Perahu-perahu nelayan Banda berbentuk khas, yaitu tumpul di bagian belakang...unik!