Senin, 05 Januari 2009

Hari Amal Bhakti ke 63

Hari Amal Bhakti ke 63 tahun 2009 ini jatuh paass ditengah-tengah libur (agak) panjang tahun baru...dan kami semua harus upacara (arrgghhh.... 3X). Tapi sebagai bala dupak yang baik, kita siap laksanakan! Ikhlas Beramal! Dan semangat dalam ambil gambar, meski membidik dari dalam barisan...Inilah hasilnya:

Paskibra anak murid Aliyah...sepertinya ndak kalah dengan yang dines di istana negara..

Korsik dengan formasi komplit..."andhika bhayangkari...tteet..teettt"

Para penerima penghargaan Satya Lencana Karya Satya, dengan pengabdian 10, 20 dan 30 tahun..

Armada Korpri!

Tumpeng Tasyakuran...diberikan kepada para pemuka agama..

Bp. H. Abdul Chaer (kiri depan, duduk) mantan bos: trimakasih atas bimbingan dan support Bapak selama ini..

Hiburan.....

Cerita Sisa...: Pantai CongoT

Tumben-tumbenan perjalanan pulang dari Solo jalan darat di akhir tahun kemarin kami lewat tengah (sebelumnya selalu pantura always forever...)..
Perjalanan diniati santai, ketemu apa yang menarik berhenti...contoh soal pas sedang santai jalan selepas Yogya, ada anak panah "Pantai CongoT" , cuma 3 km, ke kiri...serempak kita teriak "mampiirrr!". Belum pernah ke pantai Congot nih, namanya aneh menarik perhatian kami...

Pantai Congot masih lumayan "perawan", hanya ada beberapa keluarga saja yang bertandang menikmati debur ombak yang sedang tinggi pada saat itu...Untungnya mendung, jadi suasana pantai yang biasanya menyengat dan menyiksa kulit terhindarkan...
Cuma kami memang tidak bisa berlama-lama...perjalanan jauh ke susuh Jakarta masih menanti....Tapi lumayanlah kami bisa bergaya-gaya. Inilah gaya kami:


Hanya bertiga (plus satu potograper, papi)...serasa memiliki pantai ini..


Parkir perahu di sini, kemana empunya?

Yang selalu ada di seputar pantai, jaring nelayan...

Ulan nyemplung di perahu..mumpung pemiliknya ndak ada..

Ombak lumayan besar...serem-serem ngeri...

Pandan Congot, eksotis dan sedikit menyeramkan, pating krembyah gitu..

Melon menongol, ladang di pinggir Congot...

Kates Congot...daunya tersibak bayu..yuuhuu...

Congot, liar...

Minggu, 04 Januari 2009

ada yang dolan....

Di penghujung liburan kemarin ini...teman lama Ulin, Nadine, main ke rumah...wah senengnya...Terakhir mereka satu sekolah saat TK, ternyata sudah hampir lima tahun yang lalu...time flies very fast! Sekarang mereka sudah ABG..
Trims ya Nadine telah main...trims juga Pizza-nya...sebagai barter pizza Nadine menggendong karak Solo pulang...(pizza vs karak, barter yang aneh hehehe...)

Selamat Tahun Baru untuk keluarga Antono,
Semoga tahun 2009 menjanjikan hoki..
dan semua mengarah ke yang lebih baik..
amiin...

Tahu LembanG...

Turun dari Tangkuban Perahu, jalanan Bandung mulai macet..sementara perut mulai ndangdutan karena memang telah masuk waktu makan siang...akhirnya kami putuskan mampir ke rest area "Tahu Lembang"...kayaknya kok tempatnya enak, sejuk, hijau dan nyantai...cucok untuk istirahat sambil nunggu papi Jum'atan..

Setelah keliling-keliling melihat menu...kita pilih mie kocok aja, anget dan ringan...(sengaja tidak dikenyang-kenyangin...soalnya masih ngincer bebek goreng Pak Slamet...)
Nah, selama menunggu mie kocok tersaji, seperti biasa emak satu ini wira-wiri cari sasaran pemotretan...gayanya kayak potograper beneran, padahal yang ditangan kamera matik biasa aja...yang tinggal klak-klik hehe...tapi lihat dulu duong hasil buruan kita, niihhh.....


Labu orange dan hijau, kontras, alami...

Gabah menggantung...

Mbonceng pit onthel...

Payung fantasy..

Ini dijual lho..
Setelah makan dan sedikit bermain-main di taman...akhirnya kita melanjutkan perjalanan..Hanya satu yang aneh, istirahat di Tahu Lembang, tapi malah kami ndak makan tahu lembang...piye to iki...

Sabtu, 03 Januari 2009

Tangkuban Perahu...

Scenic View Around...

Kali ini tentang catatan tanggal 02 Januari 2009 kami...masih di seputar Jawa Barat, karena kami masih berada di susuh Bandung. Meski terhitung telah beberapa kali, tapi di awal tahun ini kami ingin mengunjungi kembali: Tangkuban Perahu...

Begitu memasuki kawasan wisata Gunung Tangkuban Perahu, pemandangan hijau langsung menyergap kami...waktu kedatangan kami sungguh ideal, tidak kepagian tidak juga kesiangan, udara sejuk sedikit mendung..dan kendaraan yang masuk area belum begitu berjubel..

Kanan kiri jalan adalah hutan pinus yang berumur puluhan tahun, lurus dan diameternya sudah lumayan...siap tebang pilih dan diremajakan...
Tampak penduduk yang sedang panen rumput gajah, untuk pakan sapi ya?

Menjelang pintu masuk, hutan pinus makin lebat..ini kakek duduk termenung..diakah penunggu gunung?

Pagar pembatas antara pengunjung dengan...jurang! hiii...
Kabut yang menyelimut, memberikan kesan syahdu dan mengingatkan kebesaran-Nya..

Bukit kapur...banyak didaki pengunjung yang pingin melihat sudut spektakuler dari kawah belerang Gunung Tangkuban Perahu...

Bukit yang lain lagi...cucok buat yang berjiwa muda...tapi bagi yang tuwir dan gampang ngos-ngosan ini...di bawah saja deeh...

Pemandangan kontras: birunya langit, hijaunya hutan dan coklat kapur kawah belerang....

Sudut lain kawah...berasap panas dan menebarkan aroma belerang yang kuat...

Kami dalam aksi...

Trio, bukan gethuk loh...


Dengan keluarga Tante Fie...

Ulin dan Faiz naik kuda...Faiz mrinding disko ya?

Ulan, sendirian naik kuda...berani duong...

Unge, maem tahu sumedang..pertanyaannya: mengapa bukan tahu lembang? aneh...

Bersama Tante Lis..

Ulan, di hutan belakang toilet Tangkuban..

Ulin, bergaya di pokok kayu...
Geliat Bisnis Tangkuban Perahu...

Topi di tepi jurang...

Pagar syal dan topinya...

Topi anyaman..cucok buat noni belanda hehehe..

Kayu naga, ukiran asli dari alam...tersembunyi di balik kulit kayunya...sungguh indah..

Enthok-enthing saya menyebutnya, Rp. 5000 saja untuk sepasangnya..murce toh?

Naruto? Terbang di langit Tangkuban..fantastis!


Buaya darat, nangkring di atap warung...atau dia buaya warung?

Sepasang kelinci dilanda asmara, mereka makan kangkung berdua-dua..(lagu)

Cocor bebek tumbuh di kayu...

See you tangkuban perahu...