Tampilkan postingan dengan label umroh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label umroh. Tampilkan semua postingan

Rabu, 13 Mei 2009

Special Thanks to...

(umroh, step 39)

Duhai Rob,
terimakasih tiada terhingga...
atas segala karunia yang telah Dikau limpahkan kepada kami...
atas kesehatan...
atas rizki...
atas kesempatan...
atas cinta...
atas segala hal yang membuat kami mengalami semua ini...
ingatkan kami tuk tak lupa bersujud syukur...
ingatkan kami tuk tak lupa diri...
ingatkan kami..
ingatkan kami...




For the dearest hubby,
thanks a lot for taking me everywhere you go...
thanks so much for hugging me anytime...
Without you..
I may go nowhere..
Love you for your love..
Love you......
Umroh, The End

Khatam!

(umroh, step 38)

Dengan kemampuan ngaji yang ala kadarnya ini, maka tekad untuk khatam selama umroh memang agak terlalu berani...tetapi...
Hitung punya hitung, kalau hanya ada enam atau tujuh hari efektif untuk bisa mengaji, maka per hari harus setidaknya kelar lima juz....(weleh-weleh)...harus diakalin nih (horok?!)...
Kiat pertama, curi start mulai ngaji saat di awang-awang perjalanan dari Jakarta ke Madinah...
Biarlah yang lain pada angler, kita dengan tekun buka Al-Qur'an...sesekali orang yang lewat melirik heran...entah membatin apa..cuek aja! kita ada target bung! kata kita dalam hati... Di langit itu, terbaca empat juz...lumayan....

Di Madinah, di Makkah dan di Jeddah jadwal ngaji harus diperketat lagi, banyak-banyak ngaji saat di masjid, saat menanti adzan, saat menanti diantara dua sholat...karena tidak mungkin ngaji saat di hotel (kondisi badan pasti sudah letih, dan bantalnya itu...oh begitu menggoda...zzz...zzz...), tak mungkin ngaji saat perjalanan ziarah atau tour..karena bersaing dengan pemandangan indah dan pemotretan (halah!)...
Ternyata ngaji hanya di masjid cukup berbahaya untuk pencapaian target khatam, maksudnya waktunya tak bakalan cukup...akhirnya terpaksa ngaji di tempat yang agak aneh-aneh...di lobby saat nunggu teman serombongan yang belum juga ngumpul untuk melakukan suatu kegiatan bersama..., di bus yang dipastikan pemandangannya hanya gurun dan gurun dan sudah difoto...

Hari terakhir masih dua juz tersisa, aduh piye iki...dilema antara ngaji dengan belanja...(hush!)
Ah, masih ada waktu saat perjalanan terbang pulang...
Sempat di pesawat ngaji sebentar, tapi karena tenaga yang tersisa sudah tinggal tipis, ternyata hanya kelar satu juz....Sampai di Bandara Jakarta masih tetap tersisa satu juz! Alamak!
Dengan semangat membara, kekuatan pikiran bahwa akan mampu mencapai target, maka...di taksi dalam perjalanan pulang...juz tiga puluh lembar demi lembar terbaca...tepat di jalan tol Rawamangun hanya beberapa meter lagi untuk sampai rumah, ayat terakhir selesai terbaca! Khatam! Khatam! Hausnyaaa....
Sungguh luar biasa menegangkan...sungguh luar biasa lega, sungguh luar biasa syukur!!
Alhamdulillah! Yiiihaaa!!

Flyin' Back Home

(umroh, step 37)

Hari terakhir tiba juga. Time to pack, time to fly, time to be home....

Arrival Gate, King Abdul Aziz Airport, Jeddah. Seeking the departure one..

Still need to buy something? (kok masih ngider?)

Garuda, the big bird, taking us back home...

Thotholan inside...

Blur...but fantastic...that's the big bird's wing...


Finally, Soekarn0 Hatta Airport, save and sound, alhamdulillah!

Shop Till Drop!

(umroh, step 36)



Last Minute Shopping!


Pernahkah anda rasakan, betapa tahu-tahu waktu telah habis dan merasa belum cukuk punya oleh-oleh? Panik! Akhirnya kita menyerbu toko souvenir hotel...wah penjualnya yang orang India sampai gelagepan ngladeni ibu-ibu...nehi-nehi...

Karpet digelar, nggak pingin beli, .....tapi karpet sutera made in turkey ini kok enteng dan...hmm..murah..angkut!!

Ibu-ibu poto sama pemilik toko, karena dia orang India kita panggil saja dia Syahrul Khan hehe...



Aneka taplak India...dari Arab kok beli produk India, aneh!



Semua koper sudah masuk bagasi, lha kok masih nekat belanja..ya sudah ditenteng ke kabin, terpaksa...


Ali Murah, Jeddah

(umroh, step 35)

Dulu, pas berada di Jeddah saya belum dengar si "Ali Murah" ini...nah setelah berkunjung ke Jeddah lagi maka jadi penasaran...
Ali Murah adalah toko khusus aneka oleh-oleh. Kenapa judulnya begitu Indonesia? entahlah...sejarahnya simpang siur...konon kata seorang penjual toko tetangganya, si Ali bukan orang Indonesia, tetapi istrinyalah yang orang Indonesia...betulkah? wah tak sempat klarifikasi...Yang jelas semua pelayan toko fasih bahasa Indonesia, dan toko ini juga menerima aneka mata uang, mau mborong dan bayar pake rupiah ya oke, pake dolar ya oke, pake reyal apalagi....



Di sebelah Ali Murah ada "wilujeng sumping" aya-aya wae...


Di depan Ali Murah ada warung bakso Mang Udin, wah kita nyobain juga ah! Bayar pake rupiah, kembalian pake reyal...kurs-nya manut aja!



Last Morning Walk

(umroh, step 34)

Pagi-pagi saya dan suami niat jalan-jalan sekeliling Trident setelah sholat subuh dan mandi (sambil nunggu sarapan)....



Inilah air zam-zam yang akan kita angkut ke tanah air...banyak to?



Sepii...jalanan Jeddah, penduduk masih pada pules..






Dara Jeddah nangkring...


Trident Hotel, Jeddah

(umroh, step 33)

Di Jeddah kami menginap di hotel Trident....wah...hari-hari terakhir di tanah Arab...antara senang akan segera bertemu keluarga di rumah...dan sedih karena berarti segala pengalaman spiritual ini akhirnya ada ujungnya....



(burung) dara Jeddah bertengger, terlihat dari jendela koridor hotel...






















Masjid Terapung

(umroh, step 33)

Masih di Laut Merah, dibangun Masjid indah di tepi Laut Merah, sebagian konstruksi masjid berada di atas laut sehingga masjid ini terkenal dengan sebutan masjid terapung. Masjidnya sendiri sebetulnya bernama Masjid Rahmah.






Kita menyempatkan sholat tahiyyatul masjid dan sholat 'ashar di sini...

Laut Merah

(umroh, step 32)

Tempat yang musti dikunjungi kalau ke Jeddah adalah Laut Merah. Laut Merah yang biru ini mempunyai nilai sejarah yang sangat masyhur. Pada saat Nabi Musa AS terjepit dikepung Fir'aun dan bala tentaranya maka Allah memerintahkan kepada Musa untuk menghentakkan tongkat miliknya ke lautan yang ada di depannya, maka seketika laut itu menyibak dan menyediakan jalan untuk Musa dan pengikutnya lari dari kejaran. Pada saat Fir'aun dan tentaranya mengejar dari belakang maka Allah memerintahkan sekali lagi agar Musa menggunakan tongkatnya yang mengakibatkan air laut yang semula tersibak tadi kembali menyatu dan menenggelamkan Fir'aun beserta tentaranya dengan menyisakan air laut yang merah karena darah....Jadilah Laut Merah...




Ada tukang jualan bakso di pinggir Laut Merah, orang madura...kita ngicipi semangkuk, lumayan, obat kangen masakan Indonesia...



Selasa, 12 Mei 2009

Green Jeddah

(umroh, step 31)

Zaman sekarang, tanah Arab tidak identik dengan gurun gersang! Buktinya, sudut Jeddah banyak yang hijau asri, juga berkembang aneka bunga-bunga di sepanjang jalan protokol! Apik!