Senin, 28 September 2009

Dinner 3

(mudik 09, part 25)

Diner terakhir sebelum kembali ke Solo, kita nikmati di Ikan bakar Banyuwangi...Perut agak lapar, jadi pesen yang bener-bener kelihatannya enak: nasi putih, baronang bakar, udang bakar, tumis kangkung, camilan tahu, es santet (es yang aneh..)









Dinner 2

(mudik 09, part 24)

Dinner hari kedua berdua saja dengan suami, kedai mama, nasi uduk dan nasi goreng...




Dinner 1

(mudik 09, part 23)

Pepatah jawa: "ojo rumungso biso, biso-o rumangso" artinya janganlah kamu merasa bisa tapi bisalah merasa...
Nah pepatah itu menjadi pegangan saya. Terus terang saya tidak piawai memasak (iya..iya..maksudnya tidak bisa memasak) jadi...saya juga tidak merasa diri bisa masak. Akibatnya kalau tidak ada si mbak yang bertugas masak, saya dan suami hanya berdua saja, (tiga hari di Jakarta sebelum jemput anak-anak...) ya sebaiknya jajan saja..ya to? daripada gitu loh..

Nah ini dinner berduaan kita yang pertama. Ke warung bebek geprek Ibu Kanti. Kita pilih menu bebek goreng sambel ijo...pedesnya..sampai bikin cakit piyut hehe...




Nanas Yangti

(mudik 09, part 22)

Sudah beberapa bulan sebelum lebaran Yangti berada di Jakarta, bersama anak cucu, jadi tanaman di Solo hanya diopeni oleh Pak No. Untungnya ditinggal Yangti bukannya mati, tapi khususnya nanas ini malah berbuah....waw..



Kembang api...

(mudik 09, part 21)

Saya tidak setuju kalau anak-anak main mercon alias petasan...kalau kembang api...ya..bolehlah...sedikit saja dan dengan pengawasan....

Kembang api kupu-kupu...sebetulnya kayak mercon, tapi tidak berbunyi dhor!!

Kembang api tetes, serem juga dijepret begini ya...kebul dalam kegelapan! hiii....


Kembang api dibalik mlanding...

sohib gemblung berkunjung...

(mudik 09, part 20)

Diantara kesibukannya bersilaturahim di keluarganya, sahabat gemblung saya, Ayik, menyempatkan untuk main ke Manahan, ditemani anak mbarep Mbak karin. Trims lho Yik telah main dan ketemu kita semua. See you November ya!...



Yang Rutin...

(mudik 09, part 19)

Yang rutin, tidak boleh ketinggalan kalau ke Solo adalah jalan-jalan ke Manahan yang sangat dekat dengan rumah eyang (jalan kaki juga bisa). Pertama, anak-anak naik kuda keliling lapangan, minimal dua kali putaran dengan kuda yang berbeda. Kedua, mengudap aneka jajanan khas: cabuk rambak, asle, pecel ndeso, nasi liwet dengan lauk uritan (telor yang masih berada di perut induk ayam) , brutu, kepala, swiwi dan paha (lho kok semua anggota badan ayam sih?)...Pokoke enak dan murah meriah...

Kemarin Papi sempat nyoba thengkleng juga..plus semangkuk otak kambing...is..is..is..sedapnya...

Kerabat ibu...

(mudik 09, part 18)

Ada kakak ibu, baik bude maupun pakde yang lenggah di Wirosari, termauk juga beberapa kakak sepupu. Iedul Fitri adalah momen yang tidak pernah kami lepas untuk saling bersilaturahim, menanyakan kabar, dan saling memaafkan. Tahun ini, bude dan pakde sudah tampak semakin sepuh. Setiap kali kami giliran sungkem, pakde memberi nasehat dan petuah dengan mata berkaca-kaca...sehingga kami semua ketularan mewek hiks...mengharukan...



Bledug Kuwu

(mudik 09, part 17)


Selepas acara keluarga di Ngawi, karena terbatasnya waktu mudik ini, maka saya dan adik-adik memutuskan untuk melanjutkan silaturahim di hari yang sama ke kerabat yang lain, di kota lain, sekalian capek! Kunjungan berikut ke Pakde dan Bude dari kerabat ibu yang berdomisili di Purwodadi. Sewaktu berangkat ke arah Jawa Timur kami sempat melihat penunjuk arah jalan menuju ke Purwodadi melalui Kuwu. Kami tertarik untuk mengambil jalan itu. Jalanannya berkelok tetapi cukup sepi. Sesaat sebelum masuk daerah Wirosari, kita melewati Kuwu yang ada bledhug-nya itu. Karena Om Yoko belum pernah melihat bledhug, maka kami putuskan mampir sebentar menyaksikan fenomena alam ini, meskipun sebetulnya udaranya saat itu saangaat puanass!




Bersama kerabat Yangkung...

(mudik 09, part 16)

Hari kedua Ied, langsung digunakan untuk pertemuan keluarga dari almarhum Bapak. Tahun ini yang menjadi tuan rumah adalah keluarga Bulik Sini yang berdomisili di Ngawi. Dengan adanya pertemuan keluarga ini, kita jadi bisa saling bertemu dalam waktu bersamaan. Efektif dan efisien. Pada acara ini juga dibagikan buku yang berisi anggota keluarga Hasbi Sontowijoyo...




Suguhan khas desa: tape katan hitam, juga ada gadung goreng, kue semprong dan lain-lain..

Jumat, 25 September 2009

Makan lagii...: Dapoer Solo.

(mudik 09, part 15)

Siang ada undangan makan, malamnya gantian ditodong ponakan-ponakan untuk...makan lagi! Pilihan kali ini ke Dapoer Solo, di Purwosari, deket rel kereta api...


Karena deket rel kereta api, jadilah kalau ada kereta api lewat anak-anak pada manjat pagar resto untuk menyaksikan yang sedang lewat...

Thengkelng (masih agak keras dagingnya...)

Garang asem , terlihat seger...


Agenda tersedih...

(mudik 09, part 14)

Agenda tersedih adalah ziarah Yangkung! Tak terasa ini adalah tahun keenam kami tidak bisa lagi langsung sungkem kepada Yangkung. Yang ada, kami hanya bisa ziarah ke makam beliau dan mendoakan agar Yangkung di alam sana mendapatkan kemudahan, kelapangan, terhindarkan dari siksa..dan Insya Allah masuk syurga. Amiin...


Ke Klaten...

(mudik 09, part 13)

Karena waktu mudik yang sangat sempit, maka manajemen waktu untuk sowan-sowan bener-bener harus rapi. Hari pertama Ied, setelah paginya sholat dan silaturahim dengan kerabat dekat, maka mulailah menunaikan silaturahim ke handai taulan yang berada di luar kota. Pilihan pertama jatuh pada sowan Bude di Klaten.

Yangti dan Bude Dar, dua kakak beradik, sudah sama-sama sepuh, saling peluk cium mema'afkan...hiks..hiks..rasanya sedih setiap kali menyadari betapa orangtua-orangtua terkasih kita kemudian menjadi sepuh...semoga selalu diparingi sehat, amiin..


Sungkem juga kepada Yang Poek yang kebetulan sudah rawuh di Klaten dari domisilinya di Palembang...