Diner terakhir sebelum kembali ke Solo, kita nikmati di Ikan bakar Banyuwangi...Perut agak lapar, jadi pesen yang bener-bener kelihatannya enak: nasi putih, baronang bakar, udang bakar, tumis kangkung, camilan tahu, es santet (es yang aneh..)











Kembang api kupu-kupu...sebetulnya kayak mercon, tapi tidak berbunyi dhor!!
Kembang api tetes, serem juga dijepret begini ya...kebul dalam kegelapan! hiii....
Kembang api dibalik mlanding...
Kemarin Papi sempat nyoba thengkleng juga..plus semangkuk otak kambing...is..is..is..sedapnya...








Suguhan khas desa: tape katan hitam, juga ada gadung goreng, kue semprong dan lain-lain..

Karena deket rel kereta api, jadilah kalau ada kereta api lewat anak-anak pada manjat pagar resto untuk menyaksikan yang sedang lewat...
Thengkelng (masih agak keras dagingnya...)
Garang asem , terlihat seger...

Yangti dan Bude Dar, dua kakak beradik, sudah sama-sama sepuh, saling peluk cium mema'afkan...hiks..hiks..rasanya sedih setiap kali menyadari betapa orangtua-orangtua terkasih kita kemudian menjadi sepuh...semoga selalu diparingi sehat, amiin..
Sungkem juga kepada Yang Poek yang kebetulan sudah rawuh di Klaten dari domisilinya di Palembang...